Gaya Hidup Orang Jepang
Gaya hidup orang Jepang disesuaikan dengan musim yang ada, seperti saat ini memasuki musim gugur banyak diwarnai dengan warna merah, orange dan ungu. Di setiap musim ada trend tertentu bagi produk yang ditawarkan. Bila ingin mengetahui trend apa yang sedang berlangsung adalah melalui pameran Interior Life Style yang digelar setiap tahunnya pada bulan Juni dan November. Dari sinilah trend tersebut dapat diketahui, demikian ungkap Kohei Takata pemilik La Maison d’Epire Yokohama. Kata kunci di Jepang adalah Gift atau kado. Orang Jepang suka memberi kado kepada sahabat atau relasinya karena saat ini komunikasi cenderung melalui internet sehingga jarang bertatap muka. Dengan memberikan kado inilah ada unsur kejutan yang membuat tersenyum atau kaget karena isinya lucu dan menarik. Orang Jepang mau membeli produk mempertimbangkan beberapa faktor seperti kualitas bahan, standarisasi yang ditetapkan, juga desainnya. Dalam menilai produk seni orang Jepang agak ketat, demikian penjelasan Kohei Takata pada saat kita mengunjungi gerainya di pusat pertokoan kota Yokohama.
Produk UKM Masuk Pasar Jepang
Anggapan masuk pasar Jepang dengan harga murah saat ini tidak lagi menjadi image masyarakat disana. Hal utama yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha adalah pembenahan manajemen marketing demikian ungkap Ramon Meguro dosen Tokyo University dihadapan peserta pelatihan training marketing yang di koordinir Kadin Indonesia. Dalam pemasaran global kunci utama terletak pada TPC yaitu Target, Positioning dan Concept. Disamping itu channeling atau networking sangat berperan membantu suatu produk dapat masuk ke suatu negara. Hal yang penting adalah mempopulerkan produk. Saat ini Jepang lagi booming masyarakatnya merenovasi rumah tinggal. Sehingga dapat ditawarkan produk produk interior keperluan rumah tinggal seperti gorden dan asesories lainnya.














